Cari apa? ketik aja

Kamis, 13 April 2017

Pendakian Gunung Papandayan, 20-21 April 2014

Catatan Perjalanan #5

Gunung Papandayan merupakan salah satu Gunung yang berada di Gugusan Gunung Garut dengan puncak papandayan berada pada ketinggian 2665mdpl dan berada di Kecamatan Cisurupan, Kab. Garut. Gunung papandayan adalah gunung yang wajib dikunjungi para petualang yang baru memulai mendaki gunung (pemula) dan ingin mendapatkan view yang Kuereen.., kenapa? karena di gunung ini menyajikan beberapa pemandangan yang tidak ditemui di Gunung lain dalam satu gunung sekaligus, ada apa aja sih?

Dari segi vegetasi, Gunung ini merupakan kawasan wisata alam dan hutan lindung karena terdapat berbagai macam flora dan fauna, nih kata aa wiki aja ada.. flora di dalam kawasan gunung ini diantaranya Pohon Suagi (Vaccinium valium), Edelweis (Anaphalis javanica), Puspa (Schima walichii), Saninten (Castanea argentea), Pasang (Quercus platycorpa), Kihujan (Engelhardia spicata), Jamuju (Podocarpus imbricatus ), dan Manglid (Magnolia sp ). Sedangkan potensi fauna kawasan diantaranya Babi Hutan ( Sus vitatus ), Trenggiling (Manis javanicus), Kijang (Muntiacus muntjak), Lutung (Trachypitecus auratus ) serta beberapa jenis burung antara lain Walik (Treron griccipilla ), dan Kutilang ( Pycononotus aurigaste ).

kalau medannya, bisa terbilang landai, makanya cocok sekali untuk pemula, untuk sampai tempat camping hanya butuh waktu 2jam dari pos pendataan. tapi, kalau mau ke Tegal Alun dan ke puncak.. ya harus nanjak, dan medannya lumayan curam, namun tidak lama ko. coba saja kesana..

Perjalanan dimulai dari kampus tercinta seperti biasa, kami bertujuh, dan naikmobil pribadi.. Terimakasih yg sudah rela mobilnya dipakai, yaa walaupun tidak sampai pos pendakian, karena tidak kuat. mobil kami titipkan ke warga, kami melanjutkan perjalanan menggunakan mobil bak sayur.

kami tiba di pos pendataan sekitar jam 4 sore.
area parkiran di pos pertama
tempatnya cukup luas, seperti tempat wisata saja (memang tempat wisata) banyak pedagang, parkir mobil luas..
lanjut perjalanan, dan
1. Kawah gunung Papamdayan

tidak seperti gunung-gunung lainnya

Pendakian Gunung Guntur, 20 - 21 Desember 2014

Catatan Perjalanan #4

Gunung Guntur merupakan salah satu gunung yang berada di gugusan pegunungan di Garut dengan ketinggian puncak Gunung Guntur adalah 2249mdpl. Gunung Guntur merupakan gunung api aktif yang bertipe stratovolcano dan terbilang sangat aktif melaksanakan kegiatan yang meresahkan masyarakat sekitar pada tahun 1800an, dan terakhir tercatat gunung ini meletus pada tahun 1847. jadi..... ini yang dikhawatirkan orang-orang yang mengerti mengenai siklus gunung api. karena ketika sebuah gunung api berhenti meletus (eaaa udah kaya balon aja nih) ada kemungkinan gunung tersebut sedang mengumpulkan energi untuk meletus kembali, dan yaa semakin lama, energi tersebut akan semakin besar, dan gunung Guntur ini setelah diamati beberapa kali oleh tim dari ITB masih berstatus aktif. (cukup seram juga naik gunung ini ketika tahu statusnya seperti ini).

Vegetasi di gunung ini (berdasarkan pengamatan pribadi) adalah perdu dan pinus, dan berdasarkan aa wiki (wikipedia.com)  hutan Dipterokarp Bukithutan Dipterokarp Atashutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. dan terbilang tandus berkerikil, ada yang bilang gunung Guntur ini seperti puncaknya semeru. dan karena tandusnya ini mungkin nama "Guntur" ini tercipta, karena buanyak petir yang bisa menyambar apa saja yg ada. Medannya tergolong susah menurut saya, karena cukup curam, dan karena berkerikil, jadi agak susah untuk menanjak, dan berbahaya untuk turun (tergelincir).

medan yang curam dan berkerikil

Perjalanan dimulai dari kampus tercinta,

Mengejar Matahari Senja dan Matahari Terbit di Puncak Tertinggi Jawa Barat

Catatan Perjalanan #0

Minggu, 3 agustus 2014. Hariku dimulai dgn bunyi ketukan pintu yg brasal dr kamar temanku, rupanya sudah subuh, sang ibu membangunkan kami untuk sholat subuh. kemudian kami sholat subuh berjamaah dirumah, lalu kami mulai repacking dan sarapan, persiapan sudah matang untk memulai prjalanan menuju Gunung Ciremay. kami melakukan perjalanan dengan menggunakan sepeda motor. kami berempat dengan 2 biji sepeda motor, perjalanan kami mulai  sekitar jam 8 pagi dari desa GunungSari menuju desa bondan - kemudian ke majalengka dan teruss sampai ke desa maja, lalu langsung menuju pintu masuk jalur pendakian gunung Ciremay via Apuy, 
sampai disana sekitar jam 10.00 kami beristirahat dan registrasi terlebih dahulu, cek perlengkapan dan mengisi air, dan sedikit berfoto-foto.

Pendakian Gunung Prau, 25-26 Juli 2015

Catatan Perjalanan #3

Sekilas tentang Gunung Prau, kata Wikipedia, Gunung Prahu atau lebih sering terdengar Gunung Prau ini memiliki ketinggian puncaknya tertingginya yaitu 2.565 mdpl. Gunung ini terletak di Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Secara administrasi gunung ini terletak diantara tiga kabuppaten, yaitu Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Wonosobo. Gunung Prau merupakan padang rumput luas yang memanjang dari barat ke timur. Bukit-bukit kecil dan sabana dengan sedikit pepohonan dapat kita jumpai di puncak. Gunung Prahu merupakan puncak tertinggi di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Rute yang kemi gunakan untuk sampai puncak Gunung Prau ini adalah melalui Dieng, dari pos pertama jalannya langsung menanjak dan sangat berdebu ditambah teriknya matahari, karena perjalanan kami tempuh pada siang hari. Sangat disarankan untuk memakai sepatu. Vegetasi yang kami temui adalah perkebunan warga dan sedikit pohon pinus, banyak area terbuka dan berdebu. Pada hari Libur atau weekend gunung ini selalu ramai dikunjungi pendaki karena pemandangannya yang menawan, dari puncak Prau bisa melihat Sunrise yang tidak terhalangi gunung, dan di sisi selatan dengan gagahnya terlihat jelas gunung Sumbing dan Sindoro, kirinya agak jauh terlihat gunung Merbabu dan Merapi, selain itu walaupun menanjak jalur pendakiannya cukup mudah karena sudah dibuat seperti tangga-tangga dengan peganggan dari bamboo untuk mempermudah pendaki, terlebih lagi dari pos pertama hingga puncak dapat dicapai dengan waktu kurang dari 3 jam.

Persiapan yang kami lakukan selain fisik dan niat adalah perbekalan diantaranya perlengkapan, konsumsi, dan obat-obatan (P3K),

Pendakian Gunung Tampomas, 10-11 Juni 2015

Catatan Perjalanan #2

Sekilas tentang Gunung Tampomas, gunung dengan ketinggian 1684 mdpl ini merupakan dataran tertinggi di kabupaten Sumedang. Gunung ini memiliki beberapa kisah terkait sejarah dari nama Tampomas tersebut, salah satunya yang saya tau adalah pada zaman dahulu gunung ini hendak meletus dan sering terjadi gempa yang membuat masyarakat Sumedang resah, namun karena pada masa itu bupatinya sangat baik dan peduli terhadap rakyatnya maka beliau pun berpikir terus – menerus untuk mengatasi masalah tersebut sampai akhirnya pada suatu malam beliau bermimpi bertemu dengan seorang yang sudah tua yang memberi pesan untuk datang ke kawah Gunung dan menancapkan keris pusakanya. Keesokan harinya bupati sumedang itu pun menuju ke puncak gunung tertinggi di Sumedang itu dan membawa keris kesayangannya itu yang tak terbuat dari emas, dan sesampainya di kawah beliaupun melakukan doa-doa kemudian menancapkan keris emas tersebut dan kemudian gempa-gempa yang di timbulkan gunung tersebut pun berhenti, sehingga gunung tersebut di beri nama gunung Tampa Emas atau lebih di kenal dengan gunung Tampomas.

Gunung Tampomas ini memiliki 3 rute atau jalur pendakian yaitu ,jalur Narimbang , jalur Cibeureum dan jalur Buahsdua. seperti gunung lainnya Tampomas ini memiliki karakteristik medan yang nanjak dan berbatu dengan hutan Pinus, hutan bambu, dan hutan Hujan tropis yang menyelimutinya. Pada kesempatan kali ini pendakian  saya lakukan melalui jalur Cibeireim di kec. Cimalaka melewati pertambangan Pasir dan TPA kab. Sumedang.

kegiatan penambangan pasir di kaki gunung tampomas

Pendakian Gunung Ciremay, 3-5 April 2015

Catatan Perjalanan #1

Sekilas tentang Gunung Ciremay, gunung tertinggi di Jawa Barat dengan ketinggian 3078 meter diatas permukaan laut, wilayah gunung ini terbagi menjadi 2 bagian sisi timur sampai puncak masuk kedalam kabupaten Kuningan dan sisi barat sampai puncak masuk dalam kabupaten Majalengka. Gunung Ciremay memiliki 3 jalur pendakian, sisi timur jalur Linggarjati di kabupaten kuningan, dan sisi barat ada jalur Palutungan (Kuningan) dan jalur Apuy (Majalengka) yang bertemu di persimpangan sebelum pos Goa Walet sekitar 200 meter dibawah puncak ciremay.

Persiapan yang kami lakukan selain fisik dan niat adalah perbekalan diantaranya perlengkapan, konsumsi, dan obat-obatan (P3K), dengan rincian sebagai berikut:

Perlengkapan:

Itungan Kasar. (Kertas)

Kertas,
menurut KBBI Kertas adalah barang lembaran dibuat dari bubur rumput, jerami, kayu, dsb yg biasa ditulisi atau untuk pembungkus dsb,
kertas merupakan benda yg sangat akrab dengan pelajar atau mahasiswa, bahkan menjadi kebutuhan. Kertas berasal dari kayu, kayu berasal dari pohon, kumpulan pohon berupa hutan, hutan sebagai pelindung umat manusia dibumi, hutan sbg penghasil oksigen, daerah resapan air, habitat satwa, ekosistem, wilayah teduh, dll.
 mahasiswa, missal satu kali pertemuan kuliah (2jam) menghasilkan catatan atau menghabiskan kertas sampai 3lembar (mahasiswa rajin), dalam sehari terdapat 2 kuliah, maka sehari 6lembar kertas digunakan, seminggu 5x6=30 lembar kertas, ditambah tugas missal rata2 seminggu menggunakan kertas hvs sampai 10lembar, seminggu 40lembar sudah digunakan, sebulan 4x40=160lembar, 1 semester= 4bulan x 160lembar=240lembar ditambah fotocopy buku referensi (illegal broh), missal 1 buku rata2 150lembar, missal 3 buku sajah=450lembar, ditambah fotocopy soal-soal dan pembahasan tahun2 lalu menjelang uts dan uas, missal 10lembar x 2x ujian x 7matkul (rata2)=140lembar maka dalam satu semester menggunakan kertas sebanyak 240+450+140=830lembar, dalam satu tahun 830x2=1660lembar, lulus tepat waktu 4tahun x1660lembar=6640lembar ditambah konsumsi kertas untuk tugas akhir dan skripsi missal sampai 350lembar, maka seorang mahasiswa sampai lulus tepat waktu kira2 menghabiskan kertas sebanyak  6640+350=6990lembar ~ 7000lembar, dalam satu angkatan terdapat 3500 mahasiswa (ITB), maka satu angkatan missal lulus semua dan tepat waktu :v menghabiskan kertas sebanyak  7000x3500=24500000lembar..
 dari data yang didapat,